Posts filed under ‘cerita motivator’

Paman Tua dan Pemancing Cilik


Pada tepian sebuah sungai, tampak seorang anak kecil sedang bersenang-senang. Ia bermain air yang bening di sana. Sesekali tangannya dicelupkan ke dalam sungai yang sejuk. Si anak terlihat sangat menikmati permainannya.

Selain asyik bermain, si anak juga sering memerhatikan seorang paman tua yang hampir setiap hari datang ke sungai untuk memancing. Setiap kali bermain di sungai, setiap kali pula ia selalu melihat sang paman asyik mengulurkan pancingnya. Kadang, tangkapannya hanya sedikit. Tetapi, tidak jarang juga ikan yang didapat banyak jumlahnya.

Suatu sore, saat sang paman bersiap-siap hendak pulang dengan ikan hasil tangkapan yang hampir memenuhi keranjangnya, si anak mencoba mendekat. Ia menyapa sang paman sambil tersenyum senang. Melihat si anak mendekatinya, sang paman menyapa duluan. “Hai Nak, kamu mau ikan? Pilih saja sesukamu dan ambillah beberapa ekor. Bawa pulang dan minta ibumu untuk memasaknya sebagai lauk makan malam nanti,” kata si paman ramah.

(more…)

21/10/2010 at 12:13 am Leave a comment

Kisah Manusia Kuat dan Seorang Janda


Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.

Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

(more…)

21/10/2010 at 12:00 am 2 comments

Telaga Hati dan Pahitnya Hidup



Suatu  hari seorang tua bijak didatangi seorang pemuda yang sedang dirundung masalah.  Tanpa membuang waktu pemuda itu langsung menceritakan semua  masalahnya. Pak  tua bijak hanya mendengarkan dengan seksama, lalu ia mengambil segenggam serbuk  pahit dan meminta anak muda itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya serbuk pahit itu ke dalam gelas, lalu diaduknya perlahan. 
“Coba  minum ini dan katakan bagaimana rasanya, ” ujar pak tua.

“Pahit,  pahit sekali, ” jawab pemuda itu sambil meludah ke samping.
Pak tua tersenyum, lalu mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga belakang  rumahnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampai ke tepi telaga yg tenang itu. Sesampai di sana, Pak tua kembali menaburkan serbuk  pahit ke telaga itu, dan dengan sepotong kayu ia mengaduknya.

(more…)

20/10/2010 at 11:57 pm Leave a comment

Newer Posts


BUdi yunianto

Categories

Blog Stats

  • 14,042 hits

Statistik

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Pages