Para Pencari Tuhan Jilid 4 Hari Ke sembilan

22/08/2010 at 3:13 am 1 comment


Di moshola sedang mendapatkan kabar dari Ustad Very kalau mereka baru saja mempunyai warga baru yang baru saja lahir. Bang Jack langsung memimpin  doa agar anak dari Ustad Very dapat menjadi anak yang sholeh/sholehah. Udin yang pengetahuan agamanya terbilang rendah menanyakan mengapa anak baru lahir harus di doakan. Udin ditanya sama Bang Jack mengapa gak jadi berangkat ke mekkah, tapi dasar Udin ada aja alasan yang lumayan masuk akal dengan mengatakan jika dia berangkat ke Mekkah maka mushola tauhid akan kehilangan lagi satu jamaahnya. Sekarang saja satu shof saja kurang dengan yang memperhatikan Bang Asrul dahlan yang tidak ikut berjamaah.

Bang Asrul Dahlan yang tidak mengikuti sholat maghrib berjamaah ternyata baru asyik dengan kalkulatornya, kelihatannya menghitung-hitung profit/laba warung soto bataknya. Din ingin meningkatkan usahanya dengan laba minimal Rp 150.000/ hari, jadi satu bulan Rp 4,5 juta. Istrinya Mira yang yang gemes dengan sikap Bang Asrul langsung mengambil Calculatornya dan memintanya untuk sholat maghrib berjamaah di Mushola Al Tauhid, tapi karena sudah merasa terlambat akhirnya memilih sholat di rumah.

Di Mushola yang akan melaksanakan sholat maghrib berjamaah tiba-tiba Pak Haji Jalal datang dan memberi pengumuman kalau dia mau bicara sehabis sholat MAgrib berjamah, sedang istri Pak Haji Jalal sedang melaksanakan sholat maghrib dan terus istigfar dalam sholatnya. Selesai sholat berjamaah Pak Haji Jalal  menjelaskan tentang kondisinya, bahwa semua aset perusahaan yang dia punya akan berpindah tangan serta dia akan menjadi orang yang miskin. Sejak hari itu juga Pak Haji Jalal mengumumkan bahwa semua bantuan yang selama ini  menjadi tanggung jawabnya dilimpahkan kepada BMT. Chelsea sebagai bendahara langsung menyetujui usul Pak Haji Jalal. Bang Jack yang mendapat angin langsung menimpali  ketiga 3 orang santrinya, bahwa sebelum konsultasi dengan Bang Jack dia juga telah berkonsultasi dengan orang lain juga. Setelah semua jama’ah pulang Bang Jack bermaksud berdiskusi tentang nasib pak Haji Jalal, tapi langsung disalahkan oleh Juki dengan nasihat yang di berikan bang jack, tapi Bang Jack menyalahkan Pak RW yang menasihati para pedagang  wisata kuliner desa kincir yang memasang padi sebagai musyrik, Si Barong   menimpali tapi belum sempat ngomong langsung dibentak Bang Jack. Mereka bertiga langsung lari. Sampai di rumah,  Pak Haji Jalal mendapati istrinya sedang berkemas untuk meninggalkan Pak jalal, dengan alasan kalau dia terlihat terlalu sedih  bisa menyebabkan perubahan keputusan Pak jalal yang menjual seluruh aset perusahaan dan rumahnya. Sedang Lolip yang sangat setia pengin tetap mengabdi kepada Pak Jalal dan istri, itupun setelah ditawari pesanngon 3 bulan akhirnya mau juga di PHK karena dengan 3 bulan gaji dapat untuk buka warung.

Ustad Ferry yang sedang menyuapi sang istri mendapati kemarahan istrinya yang merasa kecewa karena ditinggal shooting saat istri hamil tua (mau melahirkan). Pada saat semua sudah mencair datanglah Aya dengan kemarahannya yang meledak – ledak tentang tidak maunya haifa dan Ustad ferry yang tidak mau minta bantuan Aya dan Azam sebagai adiknya, habis menyerahkan sumbangan Aya dan Azam pulang. Bonte yang mau curhat sama Udin tiba-tiba digagalkan oleh kehadiran kakak Udin yang memberinya uang Rp 50.000 sebagai hadiah menumpang motor Udin. Sedangkan Ustad Ferry dan istri senyum-senyum menghitung sumbangan dari Aya dan Azam.

Pak RW, Bang Yongki dan Bang Acip yang menyangsikan keberadaan koper tersebut mendatangi trio bajaj untuk minta bagian, karena merasa tersudut oleh mereka bertiga, Juki mengadu pada Bang Jack dengan mengatakan kalau Trio Kwek – kwek minta sumbangan BMT. Takut di bentak bang JAck ketiga trio kwek – kwek tersebut masih saja mencari strategi untuk mendapatkan bagian uang dalam koper . Di akhir sisi Bang jack yang sedang berbincang dengan Trio Bajaj di dalam dengan Bang Asrul Dahlan, memberi nasihat kepada Bang Asrul sampai dengan di tempat wudhu. Bang jack  Mengatakan bahwa setiap orang itu ada yang mengingkari jalan Allah SWT dan lebih mementingkan dunia dan bang asrul dahlan pada kondisi mengikat dunianya, dengan dibuktikan  Bang Asrul  yang tidak mengikuti sholat maghrib berjamaah, Bang Asrul Dahlan yang ditegur Cuma bisa bersungut-sungut sambil ketakutan. Semuanya diawali dari Asrul yang melakukan syukuran usahanya yang semakin meningkat, bahkan bang Asrul sudah mengatakan bahwa dia juga sudah dapat bantuan modal dari BMT, karena tidak mendapat laporan dari Chelsea, Bang Jack menanyakan ke Chelsea perihal tambahan modal kepada Bang Asrul Dahlan tanpa sepengetahuan BAng Jack selaku ketua BMT, Chelsea yang ditanya Cuma bisa bilang kalau lupa.

Advertisements

Entry filed under: Para Pencari Tuhan Jilid 4.

Para Pencari Tuhan Jilid 4 Hari ke delapan Para Pencari Tuhan Jilid 4 hari ke sebelas

1 Comment Add your own

  • […] This post was mentioned on Twitter by budiyunianto165, budiyunianto165. budiyunianto165 said: Para Pencari Tuhan Jilid 4 Hari Ke sembilan http://dlvr.it/4Pk2h […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


BUdi yunianto

Categories

Blog Stats

  • 12,008 hits

Statistik

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Pages


%d bloggers like this: