Para Pencari Tuhan Jilid 4 Hari ke delapan

22/08/2010 at 1:33 am 1 comment


Pada cerita PPT Jilid 4 Hari ke delapan ,aya yang sudah hamil merasa tidak PD jika kehamilannya di ketahui oleh orang banyak. tapi Azam sudah terlanjur Broadcast ke teman –teman Azam  tidak terkecuali Khalila (Aya sebenarnya minta agar Azam tidak mau kehamilannya disebar luaskan dan minta suaminya agar menyimpan dulu termasuk pada Khalila tapi dasar lelaki  kebahagiaan yang harus disebarkan dengan temen-temen lainnya, tapi apa yang terjadi pada saat Aya melihat BB Azam kenyataan nya  sudah dibroadcast).

Khalila yang menerima pesan dari Azam merasa kecewa & sedih serta banyak tertinggal dalam kehidupan pribadinya.Di mushola at tauhid Udin dan Bang Asrul Dahlan sedang beristirahat karena seharian  capek dengan aktifitas masing-masing. Bang Asrul Dahlan yang sudah menghabiskan dagangannya sangat merasa senang  dengan kondisi warung soto bataknya yang sudah habis pada waktu yang sangat singkat.

Bersama trio bajay, Bang Asrul Dahlan mengadu pada chelsea kalo besok ada pesanan yang lumayan tapi dananya tidak mencukupi .juki yang mendengar keluhan Bang Azrul Dahlan langsung berbisik bisik  sama Chelsea & barong kalo mereka akan memberikan pinjaman bukan antas nama BMT tapi menggunakan uang dari koper temuan si bonte,  bagi hasilnya akan mereka pakai bertiga. kemudian Chelsea menyampaikan niatnya untuk menambah modal usaha Bang Asrul dahlan, karena merasa bahagia mereka berlima melakukan toach tanda kebahagiaan tak terkecuali Udin dan Sarul tapi  sayang Bang Asrul dan Udin masih menjaga ego masing-masing ( gagal deh perdamaian mereka berdua ).

Ustad very yang sudah menyelesailkan shottingnya pulang di antar temannya ke rumah , tapi dia takut masuk rumah dan minta bantuan Asiten produser , tapi asisten tidak  mau .akhirnya Pak ustad faerry memberanikan diri untuk memasuki rumahnya , tapi sampai dirumah Ustad Ferry tidak diizinkan masuk ke kamar istrinya haifa oleh mira (istri Asrul )

Tapi karena Ustad, Ustad Ferry  kemudian membacakan sunah Rasul yang intinya “tidak akan masuk surga orang yang  memutuskan tali silaturahmi pada saudaranya”. Akhirnya Ustad Ferry di izinkan masuk ke kamar istrinya dan melihat anaknya yang baru lahir. Apa komentar Ustad Ferry pada saat memasuki kamar istrinya, ‘Eh jelek amat baru melahirkan seperti habis di antem saja”. Mira dan temannya kompak tertawa di ruang tamu turut bahagia.

Bang Asrul yang sedang jalan disapa oleh Udin,’’apa enakya jalan sendirian terus?”. Apa jawab Bang Asrul, “kamu juga , apa gak bosan naik motor sendirian”. Akhirnya mereka berdua akur dan berboncengan. Belum sempat jalan motor yang mereka naiki tiba-tiba Pak Haji jalal berhenti dengan mobilnya yang langsung menuduh bang Asrul dan Udin kalau mereka berdua suka mendoakan Pak haji Jalal yang tidak – tidak. Tapi Asrul langsung menimpali bahwa Asrul tidak memanfaatkan fasilitas dari Allah SWT tersebut. Udin juga demikian dia menyatakan bahwa mereka bertiga sama sama  jelek dan itu sudah diketahui semua tetangganya.

Azam yang sedang bersama Aya mau membelikan kado kak haifa, kakak Aya. Disaat berbincang-bincang sambil jalan pak jalal minta pendapat Azam tentang masa depan usahanya.

Pak jalal yang sudah dihadapkan pada berkas hutang yang harus ditandatangani Pak jalal untuk menyelesaikan semua masalahnya. Kemudian pak jalal menerima telefon dari Khalila dan pak jalal bilang perusahaan dalam keadaan baik baik saja. Di toko jilbab yang pernah dikunjungi bersama pak jalal dan temannya di Bandung dulu khalila bertemu dengan dara dan shelvi.

Pak Jalal yang sudah bulat tekad akhirnya menandatangani semua berkas hutang yang akan menyebabkan dia menjadi orang yang paling miskin di desa kincir. Sambil menandatangani semua berkas hutang perusahaan, Pak Jalal tidak lupa memberikan nasihat kepada Jasmin sang manager keuangan yang masih muda untuk senantiasa menjadikan apa yang terjadi pada dirinya dijadikan contoh . (Sungguh cerita yang menggugah. Ada nilai nilai  kebijakan yang diajurkan oleh pak Haji Jalal yang dengan sangat terang mengatakan sambil menyelesaikan semua berkas hutang perusahaannya, sungguh tanggungjawab yang tidak pernah kita saksikan, kita pun mungkin tidak akan bisa seperti Pak jalal yang sangat tenang dan tidak mau menunda hak hak orang lain walau Cuma 1 menit pun).

Advertisements

Entry filed under: Para Pencari Tuhan Jilid 4.

PARA PENCARI TUHAN JILID 4 HARI KE SEPULUH Para Pencari Tuhan Jilid 4 Hari Ke sembilan

1 Comment Add your own

  • 1. gunawan  |  25/08/2010 at 7:29 am

    mantap!!!
    harusnya gw update terus ya di blog gw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


BUdi yunianto

Categories

Blog Stats

  • 12,107 hits

Statistik

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Pages


%d bloggers like this: